Persebaran Jenis Tanah di Indonesia


Tentu kamu sudah terbiasa hidup dengan lingkungan tanah. Tetapi apakah yang dimaksud dengan tanah? Mungkin jawabanmu akan bermacam-macam (berbeda-beda). Jika ditanyakan kepada petani, mungkin jawabannya adalah tanah sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Jika kita bertanya kepada produsen genteng atau batu bata, maka jawabannya tanah adalah bahan baku pembuatan genteng atau batu bata. Bagaimana jawaban para ahli geografi? Marilah kita simak uraian berikut.
Tanah menempati bagian terluar dari lapisan kulit bumi, terbentuk sebagai akibat dari adanya bahan induk yang dipengaruhi oleh iklim dan organisme yang terjadi pada suatu lereng tertentu dan memerlukan waktu tertentu pula. Dari Kalimat tersebut nampak bahwa ada 5 (lima) faktor yang mempengaruhi terbentuknya tanah, yaitu bahan induk, iklim, organisme, lereng dan waktu. Dari lima faktor tersebut, unsur iklim merupakan unsur yang paling dominan. Pada bahan induk yang sama dengan kondisi iklim yang berbeda akan menghasilkan jenis tanah yang berbeda. Jenis-jenis tanah yang dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Tanah Vulkanis
a. Tanah Andosol
Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi
Gambar 1. Tanah Andosol

b. Tanah Regosol
Proses terbentuknya : dari endapan abu vulakanis baru yang memiliki butir kasar
Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuninga dan kadar bahan organik rendah
Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa
Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara
Gambar 2. Tanah Regosol

c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)
Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah
Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi
Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan
Gambar 3. Tanah Aluvial

2. Tanah Organosol
a. Tanah Humus
Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur
Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian
Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara
Gambar 4. Tanah Organosol


b. Tanah Gambut
Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa)
Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur
Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut
Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan
Gambar 5. Tanah Gambut

3. Tanah Litosol (Tanah Berbatu-Batu)
Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar
Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi
Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan
Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera
Gambar 6. Tanah Litosol

4. Tanah Podzol
Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi
Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur
Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija
Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua
Gambar 7. Tanah Podzol

5. Tanah Laterit (Tanah Merah)
Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah
Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur
Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian
Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara
Gambar 8. Tanah Laterit

6. Tanah Mergel
Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan
Ciri-ciri : tidak subur
Pemanfaatannya : untuk hujan jati
Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara
Gambar 9. Tanah Mergel

7. Tanah Terarosa (Tanah Kapur)
Proses terbentuknya : dari pelapukan batu kapur
Ciri-ciri : berwarna merah
Pemanfaatannya : meskipun kurang cocok dijadikan sebagai lahan pertanian tetapi tanah ini ternyata baik untuk produksi minuman anggur
Persebaran : Jawa, Nusa Tenggara dan Maluku
Gambar 10. Tanah Terasora

a. Tanah Renzina (Tanah Mollisol)
Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara
Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati
Persebaran : Gunung Kidul, Yogyakarta
Gambar 11. Tanah Renzina

b. Tanah Mediteran
Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen
Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur
Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati
Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera
Gambar 12. Tanah Mediteran

Ciri-ciri Tanah di Indonesia
  1. Banyak mengandung unsur hara
  2. Struktur tanahnya baik, artinya susunan butir-butir tanah tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang
  3. Cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara
  4. Mempunyai garam-garaman dalam jumlah banyak

Upaya Untuk Melestarikan Sumber Daya Tanah
  1. Pemupukan diusahakan dengan pupuk hijau / pupuk kandang / pupuk kompos
  2. Dibuat hutan-hutan cadangan pada lereng-lereng gunung
  3. Membuat terassering / sengkedan di daerah-daerah miring
  4. Membuat penghijauan dan reboisasi pada daerah yang gundul, dan sebagainya.
Gambar 13. Terassering dan Reboisasi

DAFTAR PUSTAKA
“18 Jenis Jenis Tanah di Indonesia : Manfaat, Persebaran, Gambarnya”, dalam http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/jenis-jenis-tanah. Download: 09 Mei 2016.
“Jenis-jenis Tanah di Indonesia”, dalam http://geografi-geografi.blogspot.co.id/2013/08/jenis-jenis-tanah-di-indonesia.html. Download: 10 Mei 2016.
“Macam-macam Tanah di Indonesia”, dalam https://www.academia.edu/11047326/Persebaran_Tanah_di_Indonesia_-_Geografi. Download: 09 Mei 2016.
Pujiastuti, Y. Sri, dkk., 2007. IPS Terpadu 2A untuk SMP dan MTs Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Erlangga.
Sugiharyanto, 2007. Seri IPS: Geografi dan Sosiologi 2, SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira.
Yani, Ahmad dan Mamat Ruhimat. Beni S. Ambarjaya (ed.), 2007. Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer untuk SMA/MA Kelas XI. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan copy dimana saja dan mohon kerelaannya untuk mencantumkan link berikut ini: https://www.studiilmusosial.com/ dan/atau www.youtube.com/c/StudiIlmuSosial/

Comments

Popular Posts